Kebanyakan anak muda (pria) jaman sekarang sering melakukan masturbasi bahkan ada yang hingga kecanduan sampai-sampai jadi gelisah jika sehari saja tidak melakukannya.Hati-hati jangan keseringan, karena masturbasi juga punya efek samping jika terlalu sering dilakukan.Banyak
faktor termasuk usia, ada beberapa pendapat yang menyebut frekuensi
ideal untuk ejakulasi adalah 2-3 kali seminggu baik melalui masturbasi
maupun hubungan seks yang sesungguhnya.
Dikutip
dari AskMen, masturbasi yang terlalu sering bisa memicu aktivitas
berlebih pada saraf parasimpatik. Dampaknya adalah produksi
hormon-hormon dan senyawa kimia seks meningkat teramasuk asetilkolin,
dopamin dan serotonin.
Ketidakseimbangan kimiawi yang terjadi akibat hobi masturbasi yang terlalu sering bisa memicu berbagai macam gangguan kesehatan antara lain sebagai berikut :
Ketidakseimbangan kimiawi yang terjadi akibat hobi masturbasi yang terlalu sering bisa memicu berbagai macam gangguan kesehatan antara lain sebagai berikut :
Impontensi atau Gangguan pada saraf parasimpatik bisa mempengaruhi kemampuan otak dalam merespons rangsang seksual.Akibatnyaa kemampuan ereksi melemah dan orang yang dalam tingkat keparahan tertentu bisa menyebabkan impontensi yaituu gangguan seksual, penyebabnya yakni gangguan seksual yang menyebabkan penis tidak bisa berdiri sama sekali
ihhhh ngeri jugaaa yaaa...
Rasa letih sepanjang hari
Setiap
kali tubuhnya mengejang karena orgasme, pria akan kehilangan cukup
banyak energi karena hampir semua otot akan mengalami kontraksi.
Akibatnya jika terlalu sering, pria akan kehilangan gairah untuk
beraktivitas dan cenderung akan merasa ngantuk sepanjang hari.
Sementara menurut pakar seks Dr Andri Wanananda MS, masturbasi relatif normal bila dilakukan tidak sampai mengggangu kegiatan produktif sehari-hari.
Diakuinya memang ada dampak masturbasi yang keseringan yakni terjadi ejakulasi dini saat sanggama dengan pasangannya.
"Hal ini disebabkan oleh kebiasaan tergesa-gesa saat masturbasi karena ingin cepat merasakan kenikmatan orgasme seorang diri (self-satisfaction). Lalu ketika ia menikah, sifat tersebut masih terpatri pada dirinya hingga mengabaikan eksistensi isterinya. Itulah yang menyebabkan banyak kasus ejakulasi dini," tutur Dr Andri dalam konsultasi kesehatan.
Sementara menurut pakar seks Dr Andri Wanananda MS, masturbasi relatif normal bila dilakukan tidak sampai mengggangu kegiatan produktif sehari-hari.
Diakuinya memang ada dampak masturbasi yang keseringan yakni terjadi ejakulasi dini saat sanggama dengan pasangannya.
"Hal ini disebabkan oleh kebiasaan tergesa-gesa saat masturbasi karena ingin cepat merasakan kenikmatan orgasme seorang diri (self-satisfaction). Lalu ketika ia menikah, sifat tersebut masih terpatri pada dirinya hingga mengabaikan eksistensi isterinya. Itulah yang menyebabkan banyak kasus ejakulasi dini," tutur Dr Andri dalam konsultasi kesehatan.
Nyeri punggung dan selangkangan
di karnakan kontraksi
otot saat mengalami orgasme bisa memicu nyeri otot, terutama di daerah
punggung dan selangkangan. Bagi yang melakukannya dengan tangan kosong
tanpa pelumas, rasa nyeri juga bisa menyerang penis karena gesekan
yang terjadi bisa menyebabkan lecet-lecet.
Kebocoran katup air mani
Bukan
hanya ereksi saja yang terpengaruh oleh kerusakan saraf, kemampuan
saluran air mani untuk membuka dan menutup pada waktu yang tepat juga
terganggu. Akibatnya sperma dan air mani tidak hanya keluar saat ereksi,
lendir-lendir tersebut bisa juga keluar sewaktu-waktu seperti ingus
sekalipun penis sedang dalam kondisi lemas.
Dan yang terahir yaitu Kebotakan karena dampak
lain dari ketidak seimbangan hormon yang terjadi jika terlalu sering
masturbasi adalah kerontokan rambut. Jika tidak diatasi, lama-kelamaan
akan memicu kebotakan atau penipisan rambut pada pria.
Semogaa info tadi bermanfaat bagi kalian ;)